Hola fellas..
Istilah unlplug mulai familiar sama gw waktu SMP, like 10 years or so.. jaman MTV mempopulerkan live accoustic music, entitled MTV Unplugged.
Apa hubungannya sama posting singkat gw berikut?
Kalo Accoustic-Live jelas ga ada hubungannya..
Karena sayah akan menulis soal colok-mencolok...
tidak, no forks involved
Gw seringkali mengkampanyekan kegiatan sederhana ini ke temen-temen untuk membantu mengurangi pemanasan permukaan bumi, tapi tanggapannya sangat sedikit. Padahal, di amrik sendiri, Unplugging udah jadi wacana untuk dimasukkan kedalam edukasi masyarakat. Dibantu juga sama kampanye Earth Hour yang sempet beberapa dari kita ikut-ikut matiin lampu selama 1 jam tahun 2009 lalu.
Naon tah unplugging teh?
sesuai dengan arti dalam kamus, unplugging itu mencabut (paku dari kepala.. halah). Yang dimaksud lebih jelas adalah mencabut steker atau colokan listrik ketika tidah digunakan, terutama waktu malam.
Penjelasannya dong...
Jadi.. Peralatan elektronik yg kita pake nih, mereka menggunakan memori, programming, timer, dan semua bentuk lampu yang menyala nyala. Selama colokan tidak dicabut, ada konsumsi listrik. Emang, bagian elektronika (semiconductor) itu memakai arus listrik yg kecil. Tapi bukan berarti ga diitung dong biar kecil itu.. Biarpun kecil, tetep aja it is a waste..
Jadi, bijak sekali kalau kita rela sedikit cape untuk mencabut peralatan elektronik kita saat ngga digunakan.. Atau temen2 yang pada ngantor, kalo weekend terutama, bisa doong nyabut stekernya..
Emang efektif gitu vay?
Masa masi nanya.. sok atuh dicoba dan diliat sendiri efeknya sama pemakaian listrik di KwH Meter dalam sebulan.. Trus silahkan dikalikan seluruh penduduk indonesia yang 200.000.000 itu.. tambahkan dengan penduduk dari Republic of China yang 2M itu.. kemudian penduduk India.. Penduduk negara-negara yang tergabung dalam persatuan Uni Eropa.. dan seterusnya.. kalikan dengan jumlah bulan dalam satu tahun yang seingat saya ada 12 (cmiiw). Sok.. nampung ga kalkulator lu?
Jadi.. Mulailah dengan yang kecil..
Yang gampang deh.. yang kita bisa..
Jadi, let's get it on.. together..
It's not enuff with Earth Hour..
We need a GIANT step to fight global warming (sebelum isu ini disebut Gombal Warning karena yang action cuman NGO dan para environmentalis)
So..
still care or even dare to call yourself as an Eco-Defender ?
Kamis, 07 Januari 2010
Greenwashing, Another Dirrrty Job
*Artikel ini gw kopas dari blog lama gw, yang tret nya sendiri uda sangat tenggelam ketumpuk post2 yang baru..
Greenwashing..
Pernah denger?
No?
Yeeaa me too..
kiddiiing..
Karena sebelomnya gw pengen ikutan kampanye GoGreen,
jadi kali ini gw pengen sharing soal Greenwashing.
Terkait dengan isu global warming, target pertama, tersangka utama, the first to blame adalah industri yang menyumbangkan demand energi paling banyak, emisi gas, dan limbah yang banyak merugikan bagi lingkungan. Secara, diliat dari demand energi aja, kebanyakan energi diperoleh dengan membakar batu bara. Mau itu power plant macem apa juga, energinya dari coal-coal juga. Kecuali pembangkit listrik tenaga ombak yang diterapin di beberapa bagian daerah di Irlandia,Skotlandia, and some more places.. Dan, seperti yang kita ketahui, coal itu penyumbang emisi CO2 paling gede di dunia. That is why kalo kita ngehemat pemakaian listrik, maka kita juga ngebantu Bumi kita dari emisi CO2 yang meracuninya.
Itu baru soal energi yaa.. Belom lagi soal limbah yang udah bikin banyak pekara.
So? Bagaimana hubungannya dengan greenwashing?
hmm.. hubungan mereka baik-baik saja.
[PLAKKK!! Sendal siapa nehhh X(..???]
Dari prakata diatas, muncullah istilah Greenwashing. Which is Excuse dari industri-industri besar penyumbang emisi dan limbah yang besar juga, biar tetep eksis di bisnis dunia, yang mengatasnamakan persahabatan dengan alam dan sangat dipertanyakan truistic-value nya.
Kaya contohnya Newmont dan Freeport yang berkoar-koar mengenai dukungan terhadap pelestarian lingkungan melalui PR-PR handalnya, setelah beberapa saat yang lalu kita sempet lihat kasus pencemaran lingkungan akibat limbah yang sempet bikin heboh, dan apapun yang telah mereka lakukan terhadap bumi kita.
Atau ada yang lebih ekstrim lagi.. Kaya yang gw baca di beberapa artikel, Nuclear Power Plant di amrik juga mengaku diolah dengan proses yang ramah lingkungan. (Hmpfff really?). Then they claimed bahwa nuklir tidak menimbulkan limbah yang mencemari bumi.
Ya iya lahhh.. pesut down syndrome juga tau kalo limbah nuklir itu berbentuk limbah radioaktif. Pencemaran lingkungan kan bukan sekedar selokan yang tersumbat ato sampah pabrik yang ngapung di sungai dan bikin airnya berubah warna.
Sekarang, liat deh iklan yang gw temuin ini

(hasil terbaik dapat dilihat dibawah mikroskop ultra)
Ironis gak sehh...
Jadi.. Greenwashing ini dimaksudkan untuk cuci tangan yang seolah-olah ingin membuktikan bahwa
they are not only ecologically conscious, but also environmentally correct.
Jadeeehh..
bagus juga kan kalo kita ga cuma jadi konsumen pasif, dan tetep peduli dengan Bumi kita tercinta
sapa tau tiba-tiba ada yang nyasar ke sini dan berinisiatif buat bikin proposal trus diajukan sama yang berwenang buat bikin masyarakat dan pihak terkait lebih aware terhadap isu lingkungan..
So,
Still care or even dare to call yourself as an Eco-Defender ?
Langganan:
Komentar (Atom)
